Pengertian Bakat dan Minat Menurut Para Ahli dan Jenisnya

Bakat dan Minat


Bakat dan Minat yang ada dalam diri seseorang tentunya berbeda-beda, misalnya antara bakat si "A" dengan bakat si "B" tentunya berbeda, namun ada kalanya seseorang memiliki bakat yang sama dengan anak yang lainnya, pengertian bakat menurut para ahli juga memiliki definisi yang berbeda.

Seorang anak tentunya punya bakat, namun bakat tersebut tidak dapat kita lihat secara langsung begitu saja, maka dari itu sebagai orang tua harus dapat mengenali serta memahami bakat yang ada pada diri anaknya.
Bakat dan Minat Menurut para ahli

➢ Pengertian Bakat

Bakat adalah kemamuan dasar seseorang untuk belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek(cepat) dibandingkan dengan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik, karena bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sejak ia dilahirkan.

contohnya; seorang anak yang memiliki bakat melukis ia akan lebih cepat dalam menyelesaikan lukisannya dibandingkan dengan seorang yang kurang berbakat.

Pengetian Bakat Menurut Para Ahli 


Pengertian bakat yang disampaikan oleh para ahli ada beragam pendapat yang mereka kemukakan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Menurut S.C Utami Munandar (1985)

Bakat atau aptitude adalah sebuah kemampuan bawaan dari seseornag yang mana sebagi potensi yang masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut dan dilatih agar dapat mencapai impian yang diwujudkan.

2. Menurut Kartini Kartono (1979)

Bakat adalah hal yang mencakup segala faktor yang ada di dalam diri individu yang dimiliki sejak awal pertama kehidupannya dan kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian, ketrampilan, dan kecakapan tertentu, bakat ini sifatnya latin potensial, sehingga masih dapat tumbuh dan dikembangkan.

3. Menurut William B. Michael

Menurutunya Bakat merupakan kapasitas yang ada pada diri seseorang yang mana dalam melakukan tugas serta dalam melakukannya dipengaruhi olehlatihan yang sudah dijalaninya.

4. Menurut Sarwono (1986)

Menurut Sarwono Bakat adalah kondisi yang ada didlam diri seseorang yang mana memungkinkannya dengan latihan khusus dalam mencapai pengetahuan, ketarmpilan khusus, serta kecakapan.

5. Menurut Suganda Pubakawatja (1982)

bakat adalah benih yang berasal dari suatu sifat yang mana baru akan tampak nyata jika seseorang tersebut mendapat sebuah kesempatan dan kemungkinan untuk dapat mengembangkannya.

6. Menurut Woodworth and Marquis

Menurutnya, Bakat yaitu sebuah potensi yang mana dapat diramalkan serta diukur dengan melalui sebuah tes khusus, oleh karena itu bakat dapat dikategorikan sebagai sebuah kemampuan atau ability, yang mana Ability tersebut mempunyai tiga arti, diantaranya :
  • Achievement merupakan actual ability, yang mana dapat diukur lansung dengan menggunakan alat ataupu dengan tes tertentu.
  • capasity, merupakan potensial ability yaitu yang dapat diukur dengan cara tidak langsung, yaitu melalui kecakapan individu yang mana kecakapan ini dapat dikembangkan dengan perpaduan antara dasar dengan latihan yang intensif serta pengalaman.
  • Aptitude, yaitu kualitas yang hanya dapat di ukur dengan tes kusus yang memang sengaja dibuat untuk itu.
7. Menurut Crow and Crow (1989)

Bakat adalah sebuah kualitas yang dimiliki oleh setiap orang yang mana dalam tingkatan yang sangat beragam satu sama lainya.

8. Menurut Ngalim Purwanto (Dalam Buku Psikologi Pendidikan)

Kata bakat lebih dekat definisinya dengan aptitude yang memiliki arti kecakapan pembawaan, yang mana mengenai kesanggupan dan potensi tertentu yang dimiliki oleh seseorang.

9. Menurut Brigham (dalam Suryabrata 1995)

Bakat merupakan suatu yang menjadi titik berat yang sudah dimiliki etiap manusia yang sudah didapatkan dari latihan-latihan tertentu dari performa ataupun kinerjanya.

10. Menurut Guidford (dalam Suryabrata 1995) 

Definisi Bakat adalah sebuah hal yang memiliki corak yang berbeda, bakat merupakan kemampuan kinerja yang mana mencakup dimensi psikomotor, dimensi intelektual, serta dimensi perseptual.

Dimensi Psikomotor meliputi :
  • Faktor kekuatan 
  • Faktor impuls
  • Faktor kecepatan gerak
  • Fator ketelitian/ketepatan : faktor kecepatan statis (menitik beratkan pada posisi), faktor kecepatan dinamis (menitik beratlkan pada gerakan)
  • Faktor koorninasi
  • Faktor Flexibility
Dimensi Perseptual
  • Perhatian
  • Orientasi waktu
  • Luasnya daerah persepsi
  • Kecepatan persepsi
Dimensi intelektual, meliputi lima faktor, diantaranya yaitu :
  1. Faktor ingatan
    • Faktor ingatan mengenai substansi
    • Faktor ingatan mengenai relasi
    • Faktor ingatan mengenai sistem
  2. Faktor Pengenalan
    • Pengenalan terhadap seluruh informasi
    • Pengenalan terhadap golongan
    • Pengenalan terhadap hubungan-hubungan
    • Pengenalan terhadap bentuk dan struktur
    • Penegnalan terhadap kesimpulan
  3. Faktor evaluatif
    • Evaluasi mengenai identitas
    • Evaluasi mengenai relasi-relasi
    • Evaluasi terhadap sistem
    • Evaluasi terhadap penting/tidaknya terhadap pronlem yang dihadapi
  4. Faktor berfikir Konvergen
    • Faktor untuk menghasilkan nama-nama
    • Faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan
    • Faktor untuk menghasilkan sitem-sustem
    • Faktor untuk menghasilkan transformasi
    • Faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik
  5. Faktor berfikir divergen
    • Faktor untuk menghasilkan unit-unit
    • Faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan
    • Faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan
    • Faktor untuk menghasilkan sistem
    • Faktor untuk transformasi divergen
    • Faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka

Pengertian Minat Menurut Para Ahli


Minat adalah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu pada suatu kegiatan yang diminati.

Pengertian minat (menurut  Miprate dan Slameto 1988), Minat adalah suatu perangkat mental yag terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu.

Pengertian minat (menurut Hilgar dan Slameto 1988), Minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan memfokuskan diri pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas.

Jenis-jenis Minat


Terdapat dua jenis minat, diantaranya yaitu :

1. Minat Vokasional, yaitu yang merujuk pada bidang-bidang pekerjaan
  • Minat profesional : minat keilmuan, senidan kesejahteraan sosial
  • Minat komersial : minat pada pekerjaan dunia usaha, jual beli, periklanan, akuntansi, kesekretariatan dan lain sebagainya.
  • Minat kegiatan fisik, mekanik, kegiatan luar dan lain sebagainya.
2. Minat Avokasional , yaitu minat yang memperoleh kepuasan atau hobi, contohnya; petualang, apresiasi, hiburan, ketelitian dan lain sebagainya.

Pengertian Bakat dan Minat yang dikemukakan oleh para ahli memiliki beragam pendapat yang sangat baik untuk di telaah. Bakat dan minat memiliki kesamaan yaitu diperlukan adanya pengembangan melalui belajar agar kemampuan dan keinginan yang ada dapat diwujudkan secara nyata.

Bakat dan Minat tidak selalu identik, Bakat yang tidak disertai dengan minat dapat menimbulkan hal yang buruk, begitu juga sebaliknya minat yang tidak disertai dengan bakat juga akan berdampak buruk bagi anak.

Daftar Pustaka / Sumber / Referensi
http://miss-fajriah.blogspot.com/2014/03/makalah-tentang-bakat.html
http://diaryan2.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-jenis-bakat-minat-dan.html
https://blog.uad.ac.id/arif1400001038/2016/07/26/pengertian-bakat-dan-minat/
https://dosenpsikologi.com/pengertian-bakat-menurut-para-ahli


Disclaimer
Perlu diketahui bahwa semua informasi yang kami sampaikan belum dapat dipastikan 100% akurat
Gambar hanya sebagai ilustrasi. Gambar, artikel yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber untuk mencari validitas . Hak cipta sepenuhnya milik sumber tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Bakat dan Minat Menurut Para Ahli dan Jenisnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel