Definisi Sosiologi - Pengertian Sosiologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Sosiologi memiliki banyak pengertian yang bersumber dari para ahli ilmu sosiologi, istilah sosiologi pertama kalinya ditemukan oleh Auguste Comte seorang ahli filsafat, moralis dan sekaligus sosiolog dari perancis.

Auguste Comte memaparkan bahwa sosiologi berasal dari bahasa latin yakni socious dan dari bahasa yunani yaitu logos, socious mempunyai arti kawan dan logos memiliki arti ilmu pengetahuan. menurut Auguste comte sosiologi terdiri dari dua bagian pokok yaitu social static dan social dynamic.

Definisi Sosiologi Menurut Auguste Comte


Auguste Comte memiliki pemikiran bahwa sosiologi di bedakan menjadi dua kelompok yaitu, social statistic dan social dynamic.

Social statics/ sosiologi statis di artikan sebagai suatu study tentang hukum-hukum aksi dan reaksi antara bagian-bagian dari suatu sistem sosial, social static merupakanbagian yang paling utama dari ilmu sosiologi, akan tetapi bukan bagian yang paling penting dari study mengenai sosiologi, karena pada dasarnya social static merupakan hasil dari suatu pertumbuhan.

Sedangkan  Social dynamic/ sosiologi dinamis lebih memperhatikan dan memusatkan perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan perkembangan dan kemajuan masyarakat.

Auguste Comte berpendapat bahwa didalam masyarakat terjadi perkembangan yang terus menerus, namun perkembangan umum dari masyarakat tidak terus menerus berjalan lurus, ada berbagai hal yang merintangi perkembangan suatu masyarakat, seperti faktor ras,tindakan politik dan iklim.

Auguste Comte

Auguste Comte berpendapat bahwa perkembangan sosial harus dicari dari karakteristik yang membedakan manusia dan binatang yaitu perkembangan intelegensinya, Auguste comte mengajukan teorinya intelegensi manusia yang memiliki tiga tingkatan yaitu teori evolusi yang lebih dikenal dengan hukum tiga tahap, diantaranya adalah

1. Tahap Teologis 

Tahap teologis dimulai sebelum tahun 1300, tahap teologis ini memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi didunia ini dikendalikan oleh kekuatan supranatural yang dimiliki oleh para dewa, roh atau tuhan, pemikiran ini menjadi dasar yangmutlakuntuk menjelaskan segala fenomena yang terjadi di sekitar manusia, sehingga terkesan irasional.

Pada tahap teologis ini terdapat tiga kepercayaan yang dianut oleh masyarakat diantaranya yaitu :
  1. Fetisysme (semuanya) dan dinamisme yang menganggap alam semesta ini mempunyai jiwa, kemudian animisme yang mempercayai dunia sebagai kediaman roh-roh/mahluk halus
  2. Politeisme mengeleompokkan semua dan kejadian alam berdasarkan kesamaan - kesamaan diantara mereka, sehingga politeisme menyederhanakan alam semesta yang beraneka ragam, contohnya pada zaman dulu disetiap sawah di desa antara yang satu dengan yang lainnyamemiliki dew yang berbeda, politeisme menganggap setiap sawah dimanapun tempatnya memiliki dewa yang sama, orang jawa menyebutnya dewa padiyaitu dewi sri.
  3. Monoteisme yaitu kepercayaan yang meyakini hanya ada satu Tuhan.
2. Tahap Metafisik 

Tahap ini terjadi antara tahun 1300 sampai tahun 1800, pada tahap metafisik ini manusia mngalami pergeseran cara berfikir, muncul konsep-konsep abstrak atau kekuatan abstrak selain tuhan, yaitu alam. Segala kejadian dimuka bumi adalah hukum alam yang tidak dapat di ubah, contohnya; pejabat negara adalah oang yang beerpendidikan dan telah mengenal ilmu pengetahuan namun ia masih saja bergantung dan percaya pada dukun.

3. Tahap Positivme

Pada tahap positivme ini semua kejadian di alam atau fenomena yang terjadi dapat dijelaskan secara ilmiah berdasrkan peninjauan, pengujian serta dapat dibuktikan secara empiris, tahap ini menjadikan ilmu pengetahuan berkembang dan segala sesuatu menjadi lebih rasional, sehingga tercipta dunia yang lebih baik karena orang-orang cenderung berhenti melakukan pencarian sebab mutlak (Tuhan atau alam) serta lebih konsentrasi pada penelitian terhadap duania sosial dan fisik dalam upayanya menemukan hukum yang mengaturnya, contohnya; Tanaman padi yang tumbuh subur bukan karena akibat kehendak dewi sri melainkan akibat dari perawatan dan pemupukan yang baik.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Definisi sosiologi terdapat berbagai macam definisi yang di kemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Definisi Sosiologi menurut Pitrim Sorokin : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, contohnya gejala ekonomi, gejala keluarga dan gejala moral, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial, dan yang terakhir sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

2. Definisi Sosiologi menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

3. Definisi Sosiologi menurut Roucek dan Warren sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok-kelompok.

4. Definisi Sosiologi menurut Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

5. Definisi Sosiologi menurut J.A.A Von Dorn dan C.J Lammers, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

6. Definisi Sosiologi menurut Paul B. Horton, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan  penelaahan pada kehidupan elompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

7. Definisi Sosiologi menurut Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemadi, sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

8. Definisi sosiologi menurut William Kornblum, sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

9. Definisi Sosiologi menurut Soejono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum dalam kehidupan masyarakat.

10. Definisi Sosiologi menurut Allan Jhonson, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan prilaku, terutama dalam kaitanya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

11. Definisi Sosiologi menurut Emile Durkheim, sosiologi merupakan ilmu yang meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial.

Tokoh-tokoh Dalam Perkembangan Sosiologi


Dalam perkembangan ilmu sosiologi terdapat beberapa tokoh yang memberikan argumen yang berbeda-beda, para tokoh ilmu sosiologi diantaranya:

1. Auguste Comte (1789-1857)

Beliau merupakan tokoh pertama yang menemukan ilmu sosiologi dan yang memberikan nama ilmu tersebut dari kata socious dan logos, Auguste comte mengemukakan bahwa sosiologi terdiri dari dua kelompok, yaitu social static dan social dynamic

Menurut Auguste comte masyarakat harus teliti atas dasra fakta-fakta objektif dan dia juga menekankan pentingnya penelitian-penelitian perbandingan antara berbagai masyarakat yang berlainan.

Hasil karya Auguste Comte diantaranya adalah sebagai berikut ;
  • The Scientific Labors Necessary for Reorganization of Society 91822)
  • The Positive Philosophy (1830-1840 ; 6 jilid)
  • Subjective Synthesis (1820-1903)

2. Herbert Spencer (1820-1903)

Herbert Spencer dalam bukunya yang berjudul The Principles of Sociology (3 jilid 1877) menguraikan materi sosial dengan rinci dan sistematis, Herbert mengatakan bahwa objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial dan industri, Herbert spencer juga menekankan bahwa sosiologi harus memperhatikan hubungan timbal balik antara unsur-unsr masyarakat seperti pengaruh noema-norma atas khidupan keluarga, hubungan antara lembaga politik dan lembaga ke agamaan.

Hasil karya Herbert spencer diantaranya ;
  • Social Statistics (1850)
  • Principles of Psychology (1955)
  • Principles of Biologis (2 jilid1864, 1961)
  • Principles of Ethics (1893)

3. Emile Durkheim (1858-1917)

Menurut Emile Durkhiem sosiologi adalah ilmu yang meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial. didalam majalah sosiologi Durkheim mengklasifikasikan sosiologi ke dalam tuju bagian, diantaranya :
  1. Sosiologi umum yang mencakup kepribadian individu dan kelompok mnusia
  2. Sosiologi agama
  3. Sosiologi hukum dan moral yang terdiri dari organisasi politik, organisasi social, perkawinan dan kluarga
  4. Sosiologi tentang kejahatan
  5. Sosiologi ekonimi yang mencakup ukuran-ukuran penelitian dan kelompok kerja
  6. Sosiologi demografi yang mencakup masyarakat pedesaan & perkotaan
  7. Sosiologi estetika
Hasil karya Emile Durkheim diantaranya adalah ;
  • The Social Division of labor (1893)
  • The Rules of Sociological Method (1895)
  • The Elementary Forms of Religious (1912)

4. Max Webber (1864-1920)

Max Webber berasal dari jerman mendefinisikan sosiologi  mengenai perilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab-sebabnya terjadinya interaksi sosial, Max webber memiliki teori yang terkenal yaitu teori ideal typus, yaitu suatu kontruksi dalam pikiran seorang peneliti yang dapat digunakan sebagi alat untuk menganalisis gejala-gejala dalam masyarakat.

Hasil karya Max Webber diantaranya adalah ;
  • The history of Trading Companies During the Moddle Ages (1889)
  • Economi and Society (1920)
  • Collected Essay on Sociology of Region (1921)
  • Collected Essay on Sociology  and Social Problems (1924)
  • From Max Webber : Essay in Sociology (1946)
  • The Theory of Social abd Economic Organization (1947)
  • Alex Webber on The Methodology of Social Sciences (1949)
5. Charles Horton Cooley (1864-1929) 

Charles Horton berasal dari Amerika Serikat mengembangkan konsep mengenai hubungan timbal balik dan hubungan yang tidak terpisah antara individu dengan masyarakat. Charles Horton dalam mengemukakan teorinya terpengaruh aliran romantic yang mendambakan kehidupan bersama, rukun dan damai sebagaimana di temukan pada masyarakat-masyarakat yang masih bersahaja.

Hasil karya Charles Horton Cooley diantaranya sebagai berikut ;
  • Human Nature and Social Order (1902) 3 jilid
  • Social Organization (1909)
  • Social Prcess (1918)
6. Pierre Guillaune Frederic Le Play (1806-1882)

Pierre Guillaune  menggunakan metode tertentu didalam melakukan penelitian dan menganalisa gejala-gejala social, yaitu dengan cara mengadakan observasi terhadap fakta-fakta sosial dan analisa induktif, selain itu Pierre juga menggunakan metode Case study dalm penelitian-penelitian sosial, penelitian Pierre didalam masyarakat menghasilkan dalil bahwa lingkungan geografis menentukan pekerjaan dan mempengaruhi organisasi ekonomi, keluarga, serta lembaga-lembaga lainnya.

Hasil karya dari Pierre Guillaune diantaranya ;
  • European Worker (1855)
  • Social Reform in France (1864)
  • The Organization of The family (1871)
  • The Organization of labor (1872) 
7. Leopold Von Wiese (1876-1949)

Leopold berasal dari jerman beliau menganggap sosiologi sebagi ilmu pengetahuan empiris yang berdiri sendiri, objek sosiologi adalah penelitian terhadap hubunga antar manusia yang merupakan kenyataan sosial, menurut Leopold Von Wiese Objek khusus ilmu sosiologi adalah interaksi sosial atau proses sosial.

Hasil karya Leopold Von Wiese diantaranya yaitu ;
  • The Basis of Sosiology : A critical examination of Herbert Spencer's Synthetic Philosophy (1906)
  • General Sosiology, jilid I Social Relations (1924) dan jilid 2
  • Social Forms (1929)
  • Systematic Sosiology (with Howard Becker 1932)
  • Sosiology of Social Relation (1940) 
8. Ferdinand Tonnies

Ferdinand Tonnies memiliki teori yang terkenal yaitu teori Gemeinschaft dan Gesellschaft sebagi dua bentuk yang menyertai perkembangan kelompok-kelompok sosial. Gemeinschaft (paguyuban)merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya di ikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat ilmiah serta bersifat kekal.

Gasellschaft (patembayan)  merupakan bentuk kehidupan bersama yag merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok yang biasanya dalam jangka waktu yang pendek.

Hasil Karya Ferdinand Tonnies diantaranya yaitu ;
  • Gemeinschaft and Gesellschaft (1887)
  • Sociologycal Studies and Criticism (3 jilid 1952)
  • Introduction to Sociology (1937)
9. Alfred Vierkandt (1867-1953)

Pada awalnya Alfred beranggapan sosiologi harus mempelajari sejarah kebudayaan, kemudian Alfred menyatakan bahwa sosiology terutama mempelajari interaksi dan hasil interaksi tersebut. masyarakat merupakan himpunan interaksi-interaksi sosial, sehingga sosiologi bertugas untuk mengkontruksikan teori-teori tentang masyarakat dan kebudayaan.

Hasil Karya Alfred Vierkandt adalah sebagai berikut ;
  • Primitive and Civillized (1896)
  • Inertia in Culture Change (1908)
  • Theory of Society; main Problems of Philosophical Sosiology (1922)
  • Dictionary Of Sociology (1931)
  • Family, People and State in their Social Life (1936) 
10. Lester Frank Ward (1841-1913)

Lester Frank adalah seorang pelopor sosiology di amerika, tujuan utamanya adalah menciptakan suatu sistem sosiology yang akan menyempurnakan kesejahteraan umum manusia, menurut Lester Frank sosiologi bertujuan meneliti kemajuan-kemajuan manusia, Frank Ward memiliki dua teory, yaitu yang pertama Pure sociology (sosiologi murni) yang meneliti asal dan perkembangan gejala-gejala sosial, yang ke dua Applied sociology (sosiology terapan) merupakan sosiology yang khusus mempelajari perubahan-perubahan dinamis dalam masyarakat karena usaha-usaha manusia.

Hasil karya Lester Frank Ward diantaranya adalah ;
  • Dynamic Society (1883)
  • Psychic Factors of Civilization (1893)
  • Pure Sociology (1903)
11. Vilfredo Pareto ( 1848-1923)

Teori Vilfredo Pareto didasarkan pada observasi terhadap tindakan-tindakan, eksperimen terhadap fakta-fakta dan rumus-rumus matematis, menurut Pareto masyarakat merupakan sistem kekuatan yang seimbang dan keseimbangan tersebut tergantung pada ciri-ciri tingkah laku dan tindakan-tindakan manusia, tindakan manusia tergantung pada keinginan-keinginan serta dorongan-dorongan dari dalam dirinya.

Hasil karya Vilfredo Pareto diantaranya ;
  • Treatisme on General Sociology (3jilid 1917) / The mind and Society
12. Georg Simmel (1858-1918)

 Georg Simmel mengemukakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan khusus, yaitu satu-satunya ilmu pengetahuan analitis yang abstrak diantara semua ilmu pengetahuan keasyarakatan. masyarakat merupakan suatu proses yang berjalan dan berkembang terus, Masyarakat ada dimana individu mengadakan interaksi dengan individu yang lainya.

Hasil karya Georg Simmel diantaranya sebagai berikut ;
  • Concering Social Differeniation (1890)
  • Sociology, Studies of The Forms of Socialization (1908)
  • Basic Problems of Sociology (1917)
  • Conflic of Modern Culture (1918)
13. William Graham Summer (1940-1910)

Systen sosiology yang di kemukakan oleh William didasarkan pada konsep in-group dan out-group. Masyarakat merupakan peleburan dari kelompok-kelompok sosial, kebiasaan dan tata perilaku merupakan petunjuk-petunjuk bagaimana harus memperlakukan warga-warga sekelompok, maupun warga-warga dari kelompok lainya.

Hasil Karya William Graham Summer diantaranya adalah ;
  • Collected Essay on Political and Science (1885)
  • What Sicial Classes Owe to Folkway (1907)
  • Selected Essays of William Graham Summer (1924)
  • The Science of Sociology ( with A.C Keller 1927)
  • Essay of William Graham Summer (2 jilid 1934)
14. Robert Ezra Park (1864-1944)

Robert Ezra berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang meneliti masyarakat setempat dari sudut hubungan antar manusia. Robert terkenal semenjak mengarang buku besama dengan Burgess yang berjudul Introduction to The Science of Sociology pada tahun 1921.

Hasil karya Robert Ezra diantaranya yaitu :
  • Race and culture (1950)
  • Old World Traits  Transplanted (with H.A Miller 1921)
15. Karl Mannheim (1893-1947)

Karl Mannheim telah banyak menyumbangkan pemikirannya untuk perkembangan sosiologi,  Karl Mannheim juga telah mempelopori satu cabang sosiologi yang dinamakan sosiologi pengetahuan, yang kusus membahas hubungan antara masyarakat dengan pengetahuan. Kar Mannheim memiliki teori yang sangat terkenal yang membahas tentang krisis.

Demikian Definisi Sosiologi menurut para ahli sosiologi, dan masih banyak lagi pengertian sosiologi yang dikemukakan oleh para ilmuwan lainya, sobat dapat mencari dan melengkapinya. demikian yang admin bagikan semoga bermanfaat.

Sumber / Daftar Pustaka / Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi#Referensi
http://blog.unnes.ac.id/hafidsetiaji/2015/11/08/3/
http://fatkhulmuslimin.blogspot.com/2012/05/definisi-dan-tokoh-sosiologi.html
Disclaimer
Perlu diketahui bahwa semua informasi yang kami sampaikan belum dapat dipastikan 100% akurat
Gambar hanya sebagai ilustrasi. Gambar, artikel yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber untuk mencari validitas . Hak cipta sepenuhnya milik sumber tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Definisi Sosiologi - Pengertian Sosiologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel