Makalah Pendidikan - Contoh dan Cara Penyusunan Makalah Yang Baik

Makalah Pendidikan


Makalah Pendidikan pada umumnya dibuat oleh pelajar atau mahasiswa yang merupakan tugas suatu mata kuliah yang diberikan oleh dosennya, tugas tersebut bersifat akademis yang dibuat dalam bentuk makalah atau karya tulis.

Pengertian Makalah
 
Makalah adalah laporan yang dibuat secara tertulis yang bersifat ilmiah dengan tema pokok bahasan tertentu yang didasari oleh kajian baik secara teori maupun praktek dilapangan, Pada umumnya Makalah Pendidikan dibuat untuk memenuhi tugas suatu mata kuliah.



Pendidikan


Makalah Pendidikan yang ditugaskan kepada mahasiswa pada umumnya lebih fokus kepada pemikiran ilmiah dengan kajian yang berdasarkan pada pembahasan tentang ilmu pendidikan, agar mahasiswa dapat menumbuhkan etos ilmiah serta mampu mengungkapkan pemikiranya melalui karya tulis ilmiah tersebut.

Contoh Penyusun Makalah Pendidikan

1. Halaman Sampul
  • Judul Makalah Pendidikan
  • Dosen Pengampu
  • Penyusun / Penulis Makalah Pendidikan
  • Program Studi dan Fakultas

2. Kata Pengantar

3. Daftar Isi

4. Bagian Isi

    BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
  2. Perumusan Masalah
  3. Tujuwan Pembahasan
    BAB II PEMBAHASAN (Makalah Pendidikan membahas hal yang berkaitan dengan Pendidikan)
  1. Definisi Ilmu Pendidikan
  2. Peranan Guru atau Pendidik
  3. Sikap Peserta Didik Terhadap Guru
  4. Faktor-faktor Pendidikan
  5. Tujuwan Pendidikan
    BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan
  2. Saran (apabila diperlukan)
  3. Daftar Pustaka

Contoh Makalah Pendidikan


Untuk contoh Makalah Pendidikan langsung saya bahas pada bab dua, untuk bagian sampul, pendahuluan atau kata pengantar dan daftar isi bisa anda buat seperti contoh pada penyusunan makalah diatas.


BAB II 
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Ilmu Pendidikan 

Pendidikan adalah memberikan pembelajaran tentang ilmu pengetahuan ataupun ketrampilan yang pada umumnya dilakukan oleh sekelompok orang melalui, belajar, penelitian ataupun pelatihan, dalam kegiatan pendidikan biasanya dibawah bimbingan orang lain, sebagai contoh Seorang guru mendidik muridnya. Namun dalam hal pendidikan ada kalanya seseorang mampu belajar sendiri (otodidak)

Pendidikan memiliki banyak arti yang bersumber dari berbagai bahasa, arti pendidikan yang bersumber dari bahasa latin yaitu "ducare", kata tersebut mempunyai arti menuntun,memimpin atau mengarahkan, dalam bahasa romawi pendidikan disebut sebagai "educare" serta mengartikan menuntun keluar.

Pengertian Pendidikan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahwa Pendidikan merupakan proses merubah sikap atau perilaku seseorang maupun kelompok yang bertujuan untuk mendewasakan manusia melalui proses pelatihan serta pengajaran.

Dalam hal Pendidikan Ki hajar Dewantara mendefinisikan bahwa Pendidikan adalah usaha atau daya upaya untuk membuat budi pekerti lebih maju, baik pikiran maupun jasmani anak, agar mendapat kesempurnaan hidup yang lebih maju yaitu hidup dan menghidupi anak yang selaras dengan alam sekitar serta masyarakatnya.

Dalam buku Dasar-dasar pendidikan (crow and crow) mendefinisikan bahwa pendidikan adalah proses yang berisi tentang berbagai macam kegiata yang cocok untuk individu bagi kehidupan sosial yang dapat membantu meneruskan adat serta budaya dalam perkembangan sosial dari generasi ke generasi berikutnya.

Definisi pendidikan menurut Prof. Herman H. Horn adalah Pendidikan merupakan suatu sistem penyesuain terhadap yang lebih tinggi pada mahluk yang telah berkembang baik secara fisik, mental, emosional dan tekad manusia.

2.1.2. Definisi Ilmu Pendidikan

Definisi Ilmu Pendidikan Menurut Para Ahli : 
  1. Ngalim Purwanto mendefinisikan bahwa Ilmu pendidikan adalah pengetahuan yang menyelidiki dan merenungkan tentang gejala perbuatan mendidik.
     
  2. Menurut Sutari Imam Barnadib, beliau berpendapat bahwa Ilmu Pendidikan adalah Ilmu yang mempelajari suasana serta proses-proses dalam pendidikan.
     
  3. Definisi Ilmu Pendidikan menurut Driyakara, beliau mendefinisikan bahwa Ilmu pendidikan ialah pemikiran ilmiah tentang realitas pendidikan, yang mana pemikiran tersebut bersifat metodis, sistematis dan kritis
  4. Menurut Brodjonegoro Ilmu Pendidikan adalah Pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalampraktek pendidikan, secara sempit Brodjonegoro mengartikan bahwa ilmu pendidikan merupakan teori pendidikan dan perenungan tentang pendidikan.
  5. Langeveld berpendapat bahwa Ilmu Pendidikan bukan saja Ilmu yang menelaah obyek pengetahuan saja namun mempelajari tantang bagaimana bertindak.
  6. Frederick Herbart memiliki definisi bahwa Ilmu pendidikan sebagai ilmu yang berdiri sendiri yang membahas tentang bentuk, syarat, persoaln serta hakekat dai pendidikan.
  7. Sedangkan definisi pendidikan Menurut Carter V. Good, beliau mengartikan bahwa ilmu pendidikan sebagai suatu bangunan pengetahan yang bersifat sistematis mengenai aspek obyektif dan kuantitatif dalam proses belajar.

2.2. Peran Seorang Pendidik (Guru)

Pendidik atau Pengajar biasa dikenal dengan sebutan Guru, adalah orang yang berpartisipsi dalam kegiatan pendidikan yang telah memiliki profesi sebagai pendidik, serta memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan yang dilaksanakan terhadap peserta didiknya.

Menurut Imam Al-Ghazali bahwa seorang  Pendidik / Pengajar / Guru adalah orang yang sangat mulia, Al-Ghazali mengatakan bahwa orang berilmu itu dimuliakan serta dihormati oleh orang, dan ilmu pengetahuan itu mulia dan orang yang mengajarkan ilmu akan memberikan kemuliaan.

Adapun Sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh Guru / Pendidik menurut Imam Al-Ghazali diantaranya :
  1. Pendidik / Guru hendaklah memandang semua peserta didiknya bagaikan anaknya sendiri, memperlakukan mereka serta menyayanginya seperti anaknya sendiri.
  2. Pendidik / Guru disarankan agar tidak mengharapkan gaji ataupun pujian, akan tetapi hanya mengharapkan keridhaan Allah Subhanahu wa ta'ala.
  3. Pendidik atau Guru tidak diperkenankan fanatik terhadap yang di asuhnya kemudian mencela bidang studi lainnya.
  4. Pendidik atau Guru diwajibkan dapat menanamkan keimanan ke dalam pribadi siswa atau anak didiknya.
  5. Pendidik atau Guru diwajibkan agar memberikan dorongan terhadapa anak didiknya untuk menuntut ilmu yang bermanfaat yakni ilmu yang bisa membawa kebahagiaan di dunia serta di akherat.
  6. Pendidik atau Guru harus memberikan perhatian kepada anak didiknya mengenai perkembangan pola pikirnya agar dapat menyesuaikan dalam penyampaian ilmu kepada anak didiknya.
  7. Pendidik atau Guru hendaknya menegur kepada anak didiknya jika ada yang bertingkah laku tidak baik, dengan cara yang halus serta penuh kasih sayang.
  8. Pendidik atau Guru diharapkan dapat memberikan nasehat serta membimbing kepada seluruh anak didiknya bahwa menuntuu ilmu bertujuwan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  9. Pendidik atau Guru  hendaknya mengamalkan ilmu yang baik terhadap anak didiknya.

2.3. Sikap Peserta Didik Terhadap Guru 

Selain sifat-sifat yang harus dipenuhi oleh pendidik seperti yang telah disampaikan pada bait diatas
Imam Al-Ghazali juga menyampaikan bahwa peserta didik dalam kegiatan Pendidikan juga diharuskan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Peserta didik harus menghormati, memuliakn pendidik, bersikap rendah hati kepada Gurunya atau pendidiknya dan tidak boleh bersikap takabur.
  2. Peserta didik hendaknya memiliki rasa bahwa ia satu bangunan dengan peserta didik yang lainnya.
  3. Peserta didik hendaknya mempelajari berbagai ilmu-ilmu yang bermanfaat secara bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuwan ilmu yang dipelajarinya.
  4. Peserta didik hendaknya menjauhi cara belajar yang dapat menimbulkan kekacauan dalam pikiran.
  5. Peserta didik dilarang berbicara banyak dihadapan Guru atau pendidik dan pesrta didik tidak boleh berbicara jika tidak di ajak bicara oleh Pendidik atau guru.
  6. Peserta didik tidak di izinkan menegur pendidik atau guru (katanya si fulan demikia..)
  7. Pada saat peserta didik duduk di hdapan guru tidak boleh kesana kemari, peserta didik hendaknya duduk dengan sopan serta menundukkan kepala dan tawadhu.
  8. Peserta didik tidak boleh berprasangka buruk terhadap gurunya
  9. Peserta didik hendaknya meminta izin terlebih dahulu saat ingin bertanya / mengajukan pertanyaan kepaga gurunya. dsb.
Untuk mewujudkan Nilai serta norma-norma yang positif  hendaknya peserta didik melaksanakan etika-etika tersebut agar proses kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan ilmu yang bermanfaat.

2.4. Faktor-faktor dalam Pendidikan

  1. Tujuwan Pendidikan
    Tujuawan Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kegiatan belajar dan mengajar, untuk mencerdaskan kehidupan manusia, masyarakat, bangsa dan negara, sebagai mana tujuwan pendidikan nasional telah dituangkan pada UU No.2 tahun 1985, UU No.20 Tahun 2003, Pasal 31 ayat 3 dan ayat 5 dalam UUD 1945.
  2. Pendidik atau Guru
    Pendidik memiliki peran yang penting dalam aktivitas proses belajar dan mengajar, Pendidik memiliki tanggung jawab terhadap peserta didiknya, memberikan pendidikan, bimbingan sesuai dengan norma-norma agama dan pancasila.
  3. Peserta Didik
    Kegiatan Belajar dan mengajar dalam sekolah atau forum tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak ada peserta didiknya, begitu pula sebaliknya. Peserta didik sangat membutuhkan Guru untuk mendidiknya,agar menjadi anak yang cerdas, memiliki budi pekerti yang luhur, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  4. Alat dan Media dalam proses kegiatan pendidikan
    Dalam arti luas alat dan media pendidikan mencakup, anak didik, tujuwan pendidikan, Pendidik atau guru dan lingkungan pendidikan.

    Alat-alat yang mendukung dalam pendidikan bisa berupa, Gedung sekolah, fasilitas sekolah,perlengkapan sekolah, alat pelajaran dan fasilitas lainnya.
  5. Materi Pendidikan
    Materi pendidikan merupakan segala sesuatu yang akan disampaikan oleh pendidik kepada paserta didiknya dalam rangkai untuk mewujudkan tercapainya tujuwan pendidikan, dengan memberikan materi yang sesuai dengan kurikulum pendidikan serta memberikan materi kepada peserta didik yang sesuai dengan kemampuannya.
  6. Lingkungan Pendidikan
    Lingkungan sangat berpengaaruh dalam perkembangan tingkahlaku, pertumbuhan serta perkembangan manusia.

    Lingkungan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara mencakup tiga faktor, antara lain

    • Keluarga
    • Perguruan (Lembaga pendidikan)
    • Masyarakat
  7. Metode Pendidikan.
    Merupakan cara Pendidik dalam menyampaikan materi pendidikan kepada peserta didiknya, Pendidik hendaknya memahami metode yang terbaik dalam mendidik peserta didiknya agar mudah diterima dan dipahami.

    Menurut Imam Al-Ghazali beliau menerapkan Metode Pendidikan yang meliputi :

    • Asas-asas metode belajar diantaranya yaitu :

      1. Memusatkan Perhatian sepenuhnya
      2. Mengetahui tujuwan ilmu pengetahuan yangdipelajari
      3. Mempelajari ilmu pengetahuan sesuai dengan sistem pembahasan
      4. Mempelajari Ilmu pengetahuan mulai dari yang mudah(sederhana) sampai kepada yang kompleks.

2.5. Tujuan Pendidikan


A. Tujuwan Pendidikan Menurut Imam Al-Ghazali  
adalah untuk mendapatkan kebahagiaan baik didunia maupun di akherat, Al-Ghazali adalah seorang filsafat islam beliau tidak hanya fokus pada kehidupan dunia ataupun akherat saja, namun Al-Ghazali menganjurkan agar manusia mau berusaha untuk mencapai tujuwan dunia serta tujuwan akherat dengan tidak meremehkan salah satunya. 

Ruang Lingkup Pendidikan Menurut Imam Al-Ghazali sangatlah luas, pendidikan yang beliau sampaikan mengaju untuk meraih kesuksesan didunia serta kesuksesan di akherat. Aspek-aspek tujuwan Pendidikan yang telah dirumuskan Al-Ghazali  adalah :
  • Aspek Keimuan, yaitu aspek yang menjadikan manusia menjadi senang berfikir, menjadi manusia yang cerdas, menekankan penelitian serta mengembangkan ilmu pengetahuan.
  • Aspek Rohani, merupakan aspek yang mengantarkan manusia agar memiliki ahklaq yang mulia, memiliki pribadi yang kuat, serta mempunyai budi pekerti yang luhur.
  • Aspek Ketuhanan, merupakan aspek yang mengantarkan manusia ber-Iman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk dapat mencapai kebahagiaan didunia dan di akherat.
B. Tujuwan Pendidikan Berdasarkan UU No.2 Tahun 1985

Tujuwan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupanbangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang kuat, mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsa.

C. Tujuwan Pendidikan Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 yaitu tentang Sistem Pendidikan Nasional

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat , bangsa dan negara.

Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional indonesia dan tanggapterhadap tuntutan zaman

D. Tujuwan Pendidikan Nasional  Pasal 31 ayat 3 dan Pasal 31 ayat 5 dalam UUD 1945

Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahklaq mulia dalam rangka mencercaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

Pasal 31 ayat 5 UUD 1945 : Pemerintah memajukan ilmu penegetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia

BAB III
KESIMPULAN

Pendidikan merupakan aktivitas yang dilakukan secara sadar dan terencana guna mewujudkan suasana proses belajar dan mengajar untuk mengembangkan peserta didik secara aktif dapat membangun potensi peserta didik yang memiliki keimanan, ketaqwaan, kecercasan, kemandirian, ketrampilan, serta memiliki ahklaq yang mulia agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang baik, berguna bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Untuk mewujudkan tercapinya tujuwan pendidikan disekolah hendaknya Pendidik menyampaikai materi yang akan disampaikan kepada peserta didik dengan susunan materi yang sistematis. merencanakan serta mengatur isi dan bahan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Makalah Pendidikan ini disusun dari berbagai sumber diantaranya :

Seluk Beluk Pendidikan (Al-Ghazali) : Zainuddin, Jakarta Bumi Aksara, 1991
Filsafat Pendidikan Islam : Nata, Abuddin, Jakarta, Gaya Media Pratama, 2005

Pengantar Pendidikan : Prof. Umar Tirtarahardja, S.L. La Sulo, Jakarta PT Rineka Cipta, 2005

Pengantar Pendidikan : Din wahyudin dan kawan-kawan, Universitas Terbuka, Jakarta 2006

Belnopte Theoritischc Paedagogick J.B.W : Langeveld, M.J 1995

Hakekat Pendidikan : Sri Wahyuni Universitas Muhammadiyah Malang 2002

Filsafat Pendidikan Islam : Ramayulis, Kalam Mulia, Jakarta 2009

Filsafat Pendidikan Islam : Jalalludin, Usman Said, PT. GrafindoRaja Jakarta 1994

Ilmu Pendidikan Islam: Nur Uhbiyata, Abu Ahmadi, Pustaka Setia, Bandung 1997

Dasar-dasar Pendidikan : Abdul Kadir, Kencana Prenada Media Group, Jakarta 2012


Makalah Pendidikan pada umumnya dilengkapi dengan kesimpulan, begitu pula Dalam membuat Makalah-makalah lainnya, Kesimpulan yang mencakup tentang isi yang berkaitan dengan Makalah tersebut, dalam membuat Makalah bisa anda tambahkan halaman saran jika dibutuhkan bisa anda tempatkan setelah halaman kesimpulan.

Demikian Contoh Makalah Pendidikan yang telah kami susun semoga bisa menjadi acuan untuk anda dalam menyusun Makalah guna melengkapi tugas kuliah yang dapat melatih kepribadian untuk mengembangkan ketrampilan membaca dari beberapa sumber.
Makalah Pendidikan yang kami buat bersumber dari berbagai media Buku, baik secara online maupun offline. Semoga bermanfaat.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Makalah Pendidikan - Contoh dan Cara Penyusunan Makalah Yang Baik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel